KUNCI SUKSES adalah mencurahkan segala apa yang Anda idam – idamkan, mencurahkan segala apa yang ada pada Anda kedalam pekerjaan Anda, dan kepada segala usaha yang Anda lakukan.



Posts Tagged ‘Cerpen’

CERPEN

Pupus

Oleh  : Fajri

Bintang Malam

Malam ini begitu dingin, langit gelap tak terlihat satupun bintang bersinar disana. Riska terdiam menatap sekeliling ruangan cafe itu, pikirannya kacau. Entah apa yang terjadi hari ini,apa yang akan dikatakan Arya, sungguh menjadi beban pikiran baginya. Bagai serpih serpih pasir dipantai.. tersapu gelombang pasang” terdengar suara  seseorang tak menentu, suara itu memang sangat dikenalnya. “Arya ……“, suara Riska lirih.

Arya tersenyum manis membalas sapaan Riska tiba tiba saja Arya duduk disebelah Riska.  “Pa kabar Ris ?.” sapanya ramah. “Baik“, balas Riska singkat. Sesaat suana hening, Arya dan Riska terdiam. “Kamu marah Ris ?“ tanya Arya. “Gak! Hanya saja kenapa kamu gak bilang kalau gak menjemputku “Arya terdiam. “Kalau saja kamu bilang, aku gak akan nungguin kamu“ .  “Maaf Ris.“  “Untuk apa“. “Udah ngecewain kamu“  “Bukankah itu yang kamu inginkan, mengecewakanku dan membuatku menangis“.  “Kok kamu bilang begitu sich, aku tuh bener bener gak ada niat untuk ngecewain kamu, swear dech!”.  “Sudahlah aku gak ingin bertengkar sama kamu”. Mata Riska terlihat nanar, menahan emosi yang kian membara didalam hatinya.

“Ris,ada sesuatu yang pengin aku omongin sama kamu“. Riska tertunduk lesu, seolah Riska tau apa yang akan keluar dari mulut Arya. Riska terdiam menunggu kata itu keluar dari mulut Arya namun kenyataannya kata kata itu tak keluar juga dari mulut Arya. Mungkin berat bagi dirinya untuk

Don't Hurtt Me

mengatakan pada Riska bahwa sudah ada seseorang yang menggantikan posisi Riska sebagai permaisuri di kerajaan hati Arya. Arya tak akan sanggup melihat kesedihan di mata gadis yang sebenarnya masih dia sayangi itu.  “Apa yang pengin kamu katakan, katakan saja. “Riska mulai membuka mulutnya. Arya menghela napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, mencoba mengatur detak jantungnya yang kian tak beraturan. Arya meraih jemari Riska, mencoba memberikan kekuatan padanya agar dia bisa menerima kenyataan, bahwa mereka tak bisa bersama lagi.  “Ris…. kurasa kita harus sampai disini aja “, ucap Arya gugup. Wajah Riska memanas, tersirat kesedihan dimata gadis itu, walaupun begitu dia harus terlihat tabah dihadapan Arya.   “Oh… begitu ya“, ucap gadis itu sambil tersenyum kecut.  “Maafkan aku Ris“.   “Untuk apa minta maaf“   “Karna aku udah nyakitin perasaan kamu, ngecewain kamu, dan aku gak bisa memegang janjiku padamu“,  ucap Arya lantang.  “Jadi kamu sadar, kalau kamu udah nyakitin aku, ngecewain aku dan kamu ingkari janji kamu, baguslah kalau kamu nyadar“.  ”Kok kamu sinis gitu, aku kan sudah minta maaf sama kamu“.   “Maaf  ? Kata maaf saja gak cukup untuk menebus segala kesalahan kamu.”  Arya tersentak mendengar ucapan Riska, Riska yang ada dihadapannya saat ini, sepertinya bukanlah Riska yang dia kenal dulu. “Arya apa aku boleh tau,masalah apa yang mendorongmu untuk memutuskan hubungan kita?”.  Arya terlihat kebingungan, apa yang harus dia katakan, mengatakan bahwa dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain, itu sangatlan tidak mungkin.  “Arya… kok diam?”.   “mmm… alasannya … karna…karna aku udah merasa gak cocok sama kamu“,  jawab Arya gugup. “Bener itu alasannya ?”.   “i….i….iya….”,   “Gak salah?”   “Iya, kamu gak percaya?”,   “Bukannya aku gak percaya, tapi kenyataannya bukan itu deh alasannya”……“Ya udah kalau kamu gak percaya, yang jelas itu yang sebenarnya”. Suasana kembali hening, terlihat sekali diwajah Riska, kalau gadis itu gak puas dengan jawaban yang dilontarkan mulut Arya. “Arya … aku terima keputusanmu untuk mengakhiri hubungan kita, karna cinta memang tak bisa dipaksakan, tapi kumohon jujurlah padaku, katakan apa yang sebenarnya terjadi!” Riska mencoba bersikap bijak. Perih hati Arya mendengar kata kata Riska, dia semakin merasa bersalah kenapa harus Riska yang dia sakiti, padahal Riska adalah gadis yang baik walau terkadang dia manja tapi mungkin memang bukan jodoh, karna Arya dihadapkan pada dua pilihan, maka dia lebih memilih untuk meninggalkan Riska, dan mempertahankan Ratih yang kini telah jadi kekasih hatinya.  “ Arya…” suara Riska membuyarkan lamunan Arya.          “I… iya..”    “Kenapa bengong, bukankan aku sudah bilang, apapun alasan kamu, aku bisa menerima, asalkan kamu bener bener jujur padaku ?”…..“Ris, aku gak pengin membuat kamu lebih terluka lagi“…….“Dengan membohongiku dan gak jujurkepadaku, itu malah sangat menyakitiku, Arya”.

Arya menghela napas panjang, dan dia mencoba menghempaskannya perlahan.  “Apakah ada yang lain Ar?.” Arya semakin gugup  mukanya memanas,bagaikan ditampar, dia tak sanggup menatap mata Riska.  “Iya kan Ar?” tanya Riska mempertegas. “Ris, sebenarnya bukan maksudku untuk menyakiti hati kamu, keadaan yang memaksaku untuk melakukan ini, kamu boleh lakukan apa saja padaku asalkan itu bisa menebus segala kesalahanku, dan itu bisa membuatmu bahagia, aku rela“.

Genggam Tanganku

“Siapa gadis itu Ar? Dimana alamatnya?Apakah aku kenal dia ?” tanya Riska memberondong, Arya terdiam tak menjawab pertanyaan Riska. “Aku tau siapa gadis itu, dimana dia tinggal dan aku juga mengenal dia, lebih dari diriku sendiri, dia Ratih kan Ar?”  Arya terperanjat, dadanya berdetak kencang,pikirannya kacau. “Dari mana gadis ini tau kalau sosok yang telah menggantikan posisinya adalah Ratih, sahabatnya sendiri. Apakah Ratih cerita padanya ? Ah…. kurasa tidak, tapi dia tau dari mana, pada hal selama ini aku dan Ratih selalu bersikap cuek bila ada Riska, lalu dia tau dari mana?” tanya dalam hati. “Sulit dipercaya Ar,kalu gadis itu adalah Ratih sahabatku sendiri“,  ucap Riska menahan rasa sakit di ulu hatinya. “Maafkan aku Ris“ Arya mengiba.  “Percuma kamu minta maaf padaku, semua sudah terjadi”.  “Kalau bukan kata maaf, apa yang harus aku katakan ?“… “Kamu gak perlu mengatakan apa apa”…..“Apa yang harus kulakukan Ris, untuk menebus segala kesalahanku?”  “Gak perlu , kamu tau Ar, gimana perasaanku saat ini , sakit… sakit banget, dua orang yang kusayangi telah menghianatiku dalam waktu yang bersamaan, kamu bisa bayangkan itu?”….“Aku tau dan aku ngerti gimana perasaan kamu.”  “Gak Ar, kamu gak tau dan kamu gak ngerti gimana perasaanku saat ini, hanya aku yang tau.”   Riska masih tetap bertahan di sisa sisa ketegarannya, dia gak ingin terlihat rapuh dihadapan Arya, walaupun hatinya hancur, perih bagaikan tersayat sebilah pisau tajam.  “Udah berapa lama alian jalan?”  “ Untuk apa kamu tanya itu semua, itu hanya akan menyakiti hati kamu.”   “ Aku ingin tau Ar?”   “ Kurang lebih dua bulan”    “ mm …,dua bulan ya…lumayan juga, berati…” Riska tak melanjutkankata katanya.  “ Berarti apa?’.

“ Gak, gak apa apa, aku hanya ingin katakan, kalian pantes jadi artis, karna kalian sanggup menyimpan masalah ini sampai orang orang gak ada yang tau termasuk aku, aku bener-bener salut sama kalian .”  Arya terdiam.  “  Baiklah Ar, sampaikan salamku pada Ratih, dia adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki selama ini aku bangga memilikinya semoga kalian bahagia.”    Riska beranjak dari tempat duduknya, melangkah kakinya mencoba mencari kebahagiaannya yang baru dan meninggalkan kenangan pahityang pernah dia alami.

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Fajri Guntari - February 26, 2010 at 6:38 am

Categories: Poetry   Tags: , , ,