Puisi —Fajri Guntari–
Dusta dan Harapan
Fajri Guntari
Betapa berat diriku kau tinggalkan
Engkau gadis pelita harapan
Ku puja dan ku impikan
Selalu terbayang siang dan malam
Duhai bidadari malam
Rinduku kian mendalam
Kepadamu seorang
Namun dusta bernyawa
Membetoni setiap sudut ruang
Harapan kian redup
Seakan enggan toek hidup
Karena ku takut kehilanganmu sayang

<===========================================================>
Bisikan Malam
Fajri Guntari
Nada halus dan manja
Terpintas dalam pikiran
Bayangan cantik juwita
Terlukis tinta khayalan
Yang takkan bisa hilang dari pikiran
Duhai malaikat malam
Penabur cinta
Tebarkanlah syahdu cinta kepada hamba
Lentingkan khaidah tarbiyah
Sehingga hamba terkhusyu
Merenung jiwa bisikkan cinta

<==========================================================>
Khaidah Kholbu
Fajri Guntari
Khayal terbentang dosa
Saat langkah – langkah duka terhimpit bathin jiwa
Ketika sejoli menjalin asmara
Dosa kian menjelma bagai tak bernyawa
Bisikkan angin menghujam jiwa
Mengajak bathin toek berdo’a
Duka menjadi manfaat
Menjadi petuah bijak
My Dream Girl
Fajri Guntari
Begitu halus tutur kata dan pribadimu
Pesona indah wajahmu
Luang syahdu pekertimu
Wujudkan warna – warni hidupmu
Khaidah senyuman manjamu
Seakan dusta membayangimu
Tawa serta candamu seakan ku terjaga dari dosa – dosaku
Dan duniapun seperti surga
Kuharap engkau selalu tertawa
Manjakan dunia
Me N Luv
Fajri Guntari
Ku bulatkan niat kutegakkan tekad
Semangat toek berjuang
Pesona dibalik awan
Ceritakan tentang gadis impian
Terpikatku pada seorang wanita
Yang pandai dan terpelajar
Perjuangan yang takkan pernah pudar
Hingga ku mimpikan cumbu – cumbu malam
Bersama bayangan
B e l u M a D a j U d u L
Fajri Guntari
Disudut kegelapan sisi jiwaku
Nyanyian cinta terdengar begitu hampa dan sunyi
Menyelimuti relung kalbuku
Merasakan pahit saat kesendirian
Ketika ku sadari pelita kecil suci menerangi titik kegundahan
Membayangi harapan suri bersama cinta
Dan saat ini hatiku bertanya
Masihkan ada waktu untuk cintaku
Silent Luv
Fajri Guntari
Kala suara bathin terbelenggu
Langkahpun menjadi ragu
Hidup pun seakan terganggu
Sehingga cinta kian membisu
Hati pun menjadi beku
Ingin ku ungkapkan segala kata
Syirik, benci, dan CINTA….
Agar tak menjadi dosa
Dan ku tetap terjaga
Merenung jiwa….
Shadow
Fajri Guntari
Malam meniti hari, redupkan sepi, lantangkan nyanyian suci
Hari demi hari kulewati
Tapi duri kian terjerat
Menusuk dan merekat
Suara kematian seakan ingin menjemputku digerbang penantian
Malik berwajah musam menungguku dengan geram
Namun ku tertahan oleh bayangan
Mengajakku kembali toek berjalan
Menentang duri kehidupan
Syair dan zikir kuhaturkan
Lantunan do’a terus ku dendangkan
Semoga Tuhan menerima ampunan
Oh….bayangan
Awasilah langkah dan jalanku
Bimbinglah jiwa yang terbelenggu
My 1st Luv
Fajri Guntari
Duhai pujaan hati belaian kasih
Jingga gaunmu cumbui hatiku
Senyumanmu selalu meresap didinding kalbuku
Manjamu merubah emosiku
Apakahkan ini yang dinamakan CinTa ????
Apakah mungkin hamba mendapatkan cintanya
Hamba hanyalah pengemis Cinta…..
(R 2 D 5)
Fajri Guntari
Mungkin sekuntum bunga yang ku berikan tak sewangi tubuhmu….
Mungkin coklat yang ku berikan tak semanis wajahmu…
Ku tau dosaku padamu setinggi langit yang takkan mungkin dapat dikait
Kutau hatimu bukan terbuat dari kertas yang mudah tersobek
Please…..senyumlah
Biarkanlah dunia kembali ceria
Karena senyumanmu bangkitkan jiwa….
4 U oh Angel
Fajri Guntari
Awan kelam menutupi bumi
Bocah kecil terlelap kembali
Secerca cahaya mengintip dibalik kelam
Saat itu kulihat bidadari tersenyum riang
Bangkitkan semangat hati toek berjuang
Menempuh kehidupan yang kelam
Hanya untukmu gadis impian
Do’a Pujangga
Fajri Guntari
Rinduku pada seorang dewi suci
Adalah
Rinduku akan dirimu
Pesona indah mata dan senyumanmu
membuat diriku luluh tak bernyawa
kepribadian serta manis manjamu
memberikan imajenasi khayalku
Tuhan berilah selalu kesejukkan pada dirinya
Jangan biarkan dirinya terluka
Tuhan hamba bersyukur walau hanya memandangnya
Tuhan kepada – Mu lah hamba memohon do’a
Cinta Mati (RIP)
Fajri Guntari
Apakah salah jika aku merasakan bahagia bersama dirimu
Apakah berdosa jika aku menyukai apapun tentang kamu
Apakah salah jika aku selalu memimpikan dirimu
Apakah salah jika aku berharap kamu menjadi milikku
Tanganku bergetar saat menjawab telepone darimu
Hatiku menari saat mendengar suaramu
Tapi diriku tak pernah tau perasaanmu pada ku
Tetapi ku nyakinkan diriku selalu mengharapkan dirimu menjadi milikku
St1LL W4itiNg
Fajri Guntari
Hamba mencintaimu lebih dari yang dapat kaubayangkan
Lebih banyak dari yang kau kira
Lebih dalam dari yang dapat kaurasakan
Lebih sakit dari pada luka yang kuderita
Tapi sungguh…..q tak bisa berhenti mencintaimu
Tapi q tau tak hanya diriku yang suka padamu
Saat mentari memudar hati q pun gelisah dan sunyi
Meski baru q ucap sekali aku masih setia menanti jawabmu
Tapi salahkah q jika masih stia dan berharap kamu kan menjatuhkan pilihan kepada q…
5 E n J 4
Fajri Guntari
Senja di Ufuk timur
Hitam merepuk duka
Kokoh lambaian janur
Sepasang nuri menjalin cinta…membuat hamba iri, semu, dan tak bernyawa..
Ku harap senja cepat tenggelam…
Menunggu kata darimu…dan berkhayal untaian pita merah menyatukanku..
Tapi apalah arti diriku…
Berharap menjadi intan
Yang selalu menjadi rebutan
Tapi itu bak sebuah hiasan yang dipajang ditembok nisan……
PENGORBANAN
Fajri Guntari
Semangatku adalah senyumanmu
Letihku adalah kesalmu
Matiku adalah bencimu
Tawamu adalah dosaku
Candamu adalah tangisku
Riangmu adalah lukaku
Langkahmu adalah detak jantungku
Nafasmu adalah nadiku
Kagumku adalah dirimu
Hampaku adalah wajahmu
Karena dirimu kurelakan jiwa dan ragaku….
? DO ?
Fajri Guntari
Ku coba merubah nada
Berpindah ke nada lain sehingga ku dapatkan Fa…
Nada agak tinggi, berani, dan legam
Ilhamku toek selaraskan
Nada itu ternyata sumbang
Keyakinanku pun pudar
Pikiranku kembali kepada Do
Do nada dasar, halus, dan merdu
Do enggan toek menerima
Do merasa kecewa
Do menampakkan egonya
Akupun merasa bersalah bak nada tak berirama
Do maafkan Daku…..
D€?? – D€?1
Fajri Guntari
Gairah malam menutup senja
Ketika pujaan tersenyum manja
Bicara bagaikan dewa – dewi
Hilangkan semua benci
Luluhkan lelah sehari
Jantung pun bernyanyi merdu
Keringat membasahi tubuh
Walaupun angin kian bertabuh
Ku tegar menghadapi gemuruh
Sesal pun kini rubuh
Oh…..nuri Cinta teruslah kau berkicau
Merdu, indah, dan mempesona
Kepadaku…..kepada hamba seorang pendusta
PAnaSSS
Fajri Guntari
Matahari menyengat menyinari bumi
Seorang bidadari bersembunyi dibalik awan
Kurelakan diri ini mati
Hanya untukmu gadis impian
Good MorNing
Fajri Guntari
Setetes embun pagi jatuh ke bumi
Burung – burung pun riang bernyanyi
Hanya kamu seorang pujaan hati
Yang membuat jiwaku bergairah kembali
Categories: Poetry Tags: Curahan hati Fajri, Fajri Guntari Puisi, Keinginan Hati Fajri, kisah cinta ku
LOVE SMS
© Kalau lo pikir gak punya waktu untuk menyatakan cinta, kirim aja sinyalnya lewat SMS dari Hp lo….atau missed call juga bolehlah…
© Saat mentari memudar hatiku gelisah dan sunyi. Meski baru ku ucap sekali aku masih setia menanti jawabmu. Aku tau tak hanya aku yang suka padamu. Tapi salahkah aku jika aku masih setia dan berharap kamu kan menjatuhkan pilihan padaku..
© Aku memang kaya, aku memang keren….tapi tak ada artinya semua itu tanpa cinta darimu…
© Kata orang bijak “U will find Ur love when U’ve found a home in someone heart…” sudah ku temukan hatimu. Bolehkah aku tinggal didalamnya…?
© Aku mencintaimu lebih dari yang dapat ku bayangkan. Lebih banyak dari yang aku kira. Lebih dalam dari yang aku rasakan. Lebih sakit daripada sakit yang pernah kurasakan. Tapi sungguh…aku takkan pernah bisa berhenti mencintaimu…
© Aku ingin menjadi air mata….mengalir dari mata indahmu…melewati lesung pipimu dan mendarat dibibirmu…
© I cry for the times U were almost mine…I cry 4 the memories I’ve left behind…Icry 4 the pain, the lost, and the new of u…..n am cry 4 the times I thought I had U.
© The 4 signs of LOVE..
L is for Lust…
O is for Over…
V is Very loveable…
E is for Ever…
© Simple Bye makes u cry…
Simple joke makes u laugh…
Simple care makes u fall in Luv…
Simple touch make u feel better…
But I hope my simple SMS make your smile..n the world seem happy…
Categories: Poetry, Tips Tags: dasyatnya sms cinta, lulus dengan sms., Sms Cinta
CERPEN
Pupus
Oleh : Fajri
Malam ini begitu dingin, langit gelap tak terlihat satupun bintang bersinar disana. Riska terdiam menatap sekeliling ruangan cafe itu, pikirannya kacau. Entah apa yang terjadi hari ini,apa yang akan dikatakan Arya, sungguh menjadi beban pikiran baginya. Bagai serpih serpih pasir dipantai.. tersapu gelombang pasang” terdengar suara seseorang tak menentu, suara itu memang sangat dikenalnya. “Arya ……“, suara Riska lirih.
Arya tersenyum manis membalas sapaan Riska tiba tiba saja Arya duduk disebelah Riska. “Pa kabar Ris ?.” sapanya ramah. “Baik“, balas Riska singkat. Sesaat suana hening, Arya dan Riska terdiam. “Kamu marah Ris ?“ tanya Arya. “Gak! Hanya saja kenapa kamu gak bilang kalau gak menjemputku “Arya terdiam. “Kalau saja kamu bilang, aku gak akan nungguin kamu“ . “Maaf Ris.“ “Untuk apa“. “Udah ngecewain kamu“ “Bukankah itu yang kamu inginkan, mengecewakanku dan membuatku menangis“. “Kok kamu bilang begitu sich, aku tuh bener bener gak ada niat untuk ngecewain kamu, swear dech!”. “Sudahlah aku gak ingin bertengkar sama kamu”. Mata Riska terlihat nanar, menahan emosi yang kian membara didalam hatinya.
“Ris,ada sesuatu yang pengin aku omongin sama kamu“. Riska tertunduk lesu, seolah Riska tau apa yang akan keluar dari mulut Arya. Riska terdiam menunggu kata itu keluar dari mulut Arya namun kenyataannya kata kata itu tak keluar juga dari mulut Arya. Mungkin berat bagi dirinya untuk
mengatakan pada Riska bahwa sudah ada seseorang yang menggantikan posisi Riska sebagai permaisuri di kerajaan hati Arya. Arya tak akan sanggup melihat kesedihan di mata gadis yang sebenarnya masih dia sayangi itu. “Apa yang pengin kamu katakan, katakan saja. “Riska mulai membuka mulutnya. Arya menghela napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, mencoba mengatur detak jantungnya yang kian tak beraturan. Arya meraih jemari Riska, mencoba memberikan kekuatan padanya agar dia bisa menerima kenyataan, bahwa mereka tak bisa bersama lagi. “Ris…. kurasa kita harus sampai disini aja “, ucap Arya gugup. Wajah Riska memanas, tersirat kesedihan dimata gadis itu, walaupun begitu dia harus terlihat tabah dihadapan Arya. “Oh… begitu ya“, ucap gadis itu sambil tersenyum kecut. “Maafkan aku Ris“. “Untuk apa minta maaf“ “Karna aku udah nyakitin perasaan kamu, ngecewain kamu, dan aku gak bisa memegang janjiku padamu“, ucap Arya lantang. “Jadi kamu sadar, kalau kamu udah nyakitin aku, ngecewain aku dan kamu ingkari janji kamu, baguslah kalau kamu nyadar“. ”Kok kamu sinis gitu, aku kan sudah minta maaf sama kamu“. “Maaf ? Kata maaf saja gak cukup untuk menebus segala kesalahan kamu.” Arya tersentak mendengar ucapan Riska, Riska yang ada dihadapannya saat ini, sepertinya bukanlah Riska yang dia kenal dulu. “Arya apa aku boleh tau,masalah apa yang mendorongmu untuk memutuskan hubungan kita?”. Arya terlihat kebingungan, apa yang harus dia katakan, mengatakan bahwa dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain, itu sangatlan tidak mungkin. “Arya… kok diam?”. “mmm… alasannya … karna…karna aku udah merasa gak cocok sama kamu“, jawab Arya gugup. “Bener itu alasannya ?”. “i….i….iya….”, “Gak salah?” “Iya, kamu gak percaya?”, “Bukannya aku gak percaya, tapi kenyataannya bukan itu deh alasannya”……“Ya udah kalau kamu gak percaya, yang jelas itu yang sebenarnya”. Suasana kembali hening, terlihat sekali diwajah Riska, kalau gadis itu gak puas dengan jawaban yang dilontarkan mulut Arya. “Arya … aku terima keputusanmu untuk mengakhiri hubungan kita, karna cinta memang tak bisa dipaksakan, tapi kumohon jujurlah padaku, katakan apa yang sebenarnya terjadi!” Riska mencoba bersikap bijak. Perih hati Arya mendengar kata kata Riska, dia semakin merasa bersalah kenapa harus Riska yang dia sakiti, padahal Riska adalah gadis yang baik walau terkadang dia manja tapi mungkin memang bukan jodoh, karna Arya dihadapkan pada dua pilihan, maka dia lebih memilih untuk meninggalkan Riska, dan mempertahankan Ratih yang kini telah jadi kekasih hatinya. “ Arya…” suara Riska membuyarkan lamunan Arya. “I… iya..” “Kenapa bengong, bukankan aku sudah bilang, apapun alasan kamu, aku bisa menerima, asalkan kamu bener bener jujur padaku ?”…..“Ris, aku gak pengin membuat kamu lebih terluka lagi“…….“Dengan membohongiku dan gak jujurkepadaku, itu malah sangat menyakitiku, Arya”.
Arya menghela napas panjang, dan dia mencoba menghempaskannya perlahan. “Apakah ada yang lain Ar?.” Arya semakin gugup mukanya memanas,bagaikan ditampar, dia tak sanggup menatap mata Riska. “Iya kan Ar?” tanya Riska mempertegas. “Ris, sebenarnya bukan maksudku untuk menyakiti hati kamu, keadaan yang memaksaku untuk melakukan ini, kamu boleh lakukan apa saja padaku asalkan itu bisa menebus segala kesalahanku, dan itu bisa membuatmu bahagia, aku rela“.
“Siapa gadis itu Ar? Dimana alamatnya?Apakah aku kenal dia ?” tanya Riska memberondong, Arya terdiam tak menjawab pertanyaan Riska. “Aku tau siapa gadis itu, dimana dia tinggal dan aku juga mengenal dia, lebih dari diriku sendiri, dia Ratih kan Ar?” Arya terperanjat, dadanya berdetak kencang,pikirannya kacau. “Dari mana gadis ini tau kalau sosok yang telah menggantikan posisinya adalah Ratih, sahabatnya sendiri. Apakah Ratih cerita padanya ? Ah…. kurasa tidak, tapi dia tau dari mana, pada hal selama ini aku dan Ratih selalu bersikap cuek bila ada Riska, lalu dia tau dari mana?” tanya dalam hati. “Sulit dipercaya Ar,kalu gadis itu adalah Ratih sahabatku sendiri“, ucap Riska menahan rasa sakit di ulu hatinya. “Maafkan aku Ris“ Arya mengiba. “Percuma kamu minta maaf padaku, semua sudah terjadi”. “Kalau bukan kata maaf, apa yang harus aku katakan ?“… “Kamu gak perlu mengatakan apa apa”…..“Apa yang harus kulakukan Ris, untuk menebus segala kesalahanku?” “Gak perlu , kamu tau Ar, gimana perasaanku saat ini , sakit… sakit banget, dua orang yang kusayangi telah menghianatiku dalam waktu yang bersamaan, kamu bisa bayangkan itu?”….“Aku tau dan aku ngerti gimana perasaan kamu.” “Gak Ar, kamu gak tau dan kamu gak ngerti gimana perasaanku saat ini, hanya aku yang tau.” Riska masih tetap bertahan di sisa sisa ketegarannya, dia gak ingin terlihat rapuh dihadapan Arya, walaupun hatinya hancur, perih bagaikan tersayat sebilah pisau tajam. “Udah berapa lama alian jalan?” “ Untuk apa kamu tanya itu semua, itu hanya akan menyakiti hati kamu.” “ Aku ingin tau Ar?” “ Kurang lebih dua bulan” “ mm …,dua bulan ya…lumayan juga, berati…” Riska tak melanjutkankata katanya. “ Berarti apa?’.
“ Gak, gak apa apa, aku hanya ingin katakan, kalian pantes jadi artis, karna kalian sanggup menyimpan masalah ini sampai orang orang gak ada yang tau termasuk aku, aku bener-bener salut sama kalian .” Arya terdiam. “ Baiklah Ar, sampaikan salamku pada Ratih, dia adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki selama ini aku bangga memilikinya semoga kalian bahagia.” Riska beranjak dari tempat duduknya, melangkah kakinya mencoba mencari kebahagiaannya yang baru dan meninggalkan kenangan pahityang pernah dia alami.
Categories: Poetry Tags: Cerpen, genggam tangan, hidup bahagia, raih cinta






