Music Event
DRAGON FLY
The best Compilation of RASMUS FABER.
Racikan khas dari Disc Jockey (DJ) dan produser berbakat asal Swedia ini tak lagi terdengar asing bagi pencinta House Music di Indonesia, dengan perjalanannya bermusik di usia muda, ditambah profesinya sebagai pianis jazz sebelum terjun sebagai DJ memberikan nilai baru pada genre ini.
“Bukan Cuma musik untuk berdansa, tetapi juga bisa memberikan pesan yang lebih dalam” demikian Ramus Faber mendeskripsikan lagu – lagu gubahannya. Ia memasukkan berbagai unsur dan element musik yang akhirnya memperkaya House music ciptaannya. Itu sebabnya pula, racikan lagu Rasmus Faber dikenal unik dan menampilkan kekayaan tersendiri.
Bukan hal aneh baginya mengajak musisi lain untuk berkolaborasi dan berkreasi bersama. Diantaranya adalah Thomas Eby yang juga rekannya sejak remaja dalam bermusik. Salah satu track yang menampilkan keindahan panduan tersebut biasa disimak track berjudul “ OYE”.
Berkat kehandalan dan keunikannya, Dragon Fly memilihnya untuk
kompilasi keduanya untuk album kompilasi “Dragon Fly in The House” yang pertama. Album kompilasi kedua ini bertajuk “Dragon Fly Essential Session 01 The Very Best of Rasmus Faber”. Bekerja sama dengan Future 10, album ini akan menjadi seri pertama dari rangkaian Dragon Fly Essential Session.
Album tersebut menampilkan lebih dari 10 track racikan Rasmus Faber yang juga bekerja sama dengan produser maupun DJ terbaik dunia lainnya. Kumpulan dari Track – track terbaik album Rasmus Faber yang pertama hingga terakhir. “kumpulan track yang ada di album kompilasi ini sengaja dipilih yang lebih friendly listening dan tidak terlalu clubby, sehingga bisa tetap enak didengarkan dirumah, terangnya.
Single Hit terbarunya “Are You Ready” featuring Emily McEwan pun tercantum didalamnya bersama track “Always” (Remix) featuring Linda SunBald dan “Ever After”. Album kompilasi ini telah diluncurkan pada sabtu di Dragon Fly yang dimeriahkan dengan penampilan DJ sendiri, Rasmus Faber dengan keyboardnya dan berkolaborasi dengan Thomas Eby pada vocal dan perkusi. Kunjungan Rasmus Faber ini sekaligus menandai kedatangannya yang ketiga kali di Jakarta. (Kompas, 24/02/2010)
Categories: MuSic Tags: Always, are tou ready, Dragon Fly, House Music, Rasmus Faber
Perkembangan seni musik ( Birth )
1. Musik periode sebelum masehi.
Sejak abad sebelum masehi telah tumbuh sebagai suatu kebutuhan batin
dalam kehidupan manusia. Orang yang memulai peduli terhadap musik adalah “Jubal”.
Pada periode sebelum masehi ini, musik masih sangat sederhana dan tidak ada yang berupaya mengabadikannya., sehingga sulit untuk dikaji lebih jauh.Oleh sebab itu perkembangan musik sebelum masehi., sementara ini tidak dibahas lebih jauh.
2. Musik periode awal masehi ( 0 – 1000 ).
Musik pada periode ini umumnya merupakan musik kultur untuk pemujaan terhadap Tuhan. Diantara yang lebih dikenal adalah musik “ Gregorian” (yaitu musik vocal satu suara). Musik gregorian ditokohi oleh Gregorius.
Pada periode ini instrumen orgel pertama kali ditemukan dan dibuat oleh Harun Al Rasyid, sehingga dengan adanya alat ini memacu pertumbuhan musik paduan suara palifoni dan organum.
Tokoh tokoh musik periode ini antara lain :
- Ambrosius (397).
- Gregorius.
- Harun Al Rasyid.
3. Musik periode pertengahan (1000 – 1500).
Pada zaman pertengahan ini muncul berbagai penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk juga pengetahuan musik. Pada zaman ini Guido Arezzo ( 1050 ) telah menemukan sistem membaca notasi dengan solminasi ( do – re – mi – fa – sol – la – si – do ) yang terus digunakan sampai sekarang dan menotasikanmusik kedalam blok not. Musik kerohanian mempengaruhi musik rakyat pada umumnya dan sebaliknya, musik rakyat mempengaruhi musik rohani. Musik paduan suara dan penggunaan instrumen orgel semakin berkembang menyebar ke beberapa kota di Eropa.
Perkembangan selanjutnya yaitu”dengan adanya dasar teoritis yang dikembangkan oleh Pythagoras dan Guido Di Arezzo maka sistem notasi dan aransemen musik berkembang menjadi suatu pengetahuan khusus yang menjembatani munculnya komponis komponis. Seorang komponis yang termashurpada zaman itu adalah Guilllaume Dufay.
4. Musik Periode Reanisance (1500 -1600).
Reanisance artinya “Kelahiran kembali” ialah periode membangun kembali suatu kebudayaan yang pernah gemilang sebelum periode pertengahan dan tenggelam selama periode pertengahan.
Ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat cepat meluas di mana mana .Musik pun dipelajari sebagai salah satu pengetahuan di Universitas – universitas.
Ciri ciri khas Zaman Reanisance.
- Manusia mulai memahami dunia dan dirinya sendiri sebagai individu. Ini juga berlaku bagi perkembangan musik. Pribadi – pribadi komponis menjadi sangat penting dan bersejarah sama seperti halnya dengan ilmuwan.
- Ada beberapa pertumbuhan yang penting sebagai kelahiran kembali.
* Pertumbuhan musik duniawi.
Dijaman ini musik gerejani merosot sekali perkembangannya setelah puncaknya di masa Pelestina (1526 – 1594). Yang terpenting diantaranya nyanyian keperwiraan , nyanyian cinta, nyanyian sukaria dan lain lain.
* Pertumbuhan musik instrumental.
Instrumen orgel memperoleh perhatian besar sekali di Italia dan Jerman. Para komponis mengarang komposisi khusus instrumen instrumen itu sendiri di Inggris perhatian berpusat pada bentuk piano yang mula – mula yang disebut “Spinel“. Bunyinya hampir sama dengan bunyi gitar.
Para komponis yang terpenting di zaman ini :
- Giovanni Gabriela (1557 – 1612).
- Frescofaldi (1583 – 1644).
- Scheidemann (1595 - 1663).
- Bull (1563 – 1621).
- Sweenlinck (1562 – 1621).
* Pertumbuhan Opera.
Seni opera makin dikembangkan dari Yunani yang berbentuk seni panggung sedih. Tragedi ini dipertunjukkan dengan selingan musik. Selanjutnya hal menyanyi memang peranan yang penting, diperdengarkan oleh koor koor yang besar beserta dengan para solis (penyanyi solo). Opera ini berkembang teristimewa di kota Florence.
Para komponis pada masa ini, diantaranya :
- Galilei (1553 – 1591) di Italia.
- Peri (1561 – 1633) di Italia.
- Monteverdi (1567 – 1643) di Vanesia.
- Lully (1632 – 1687) di Perancis.
* Pertumbuhan musik Gereja Protestan.
Pertumbuhan ini dapat diangap masalah penting di seluruh zaman Renaisance. Hal ini disebabkan karena pembaharuan (Reformasi) agama Katolik di tahun 1517 yang di pelopori oleh Dr.Marthin Luther. Luther lah yang mengadakan Perubahan besar dalam musik Gerejani Protestan. Dalam tata ibadah gereja, nyanyian yang digunakan dalam khotbah adalah bahasa rakyat sendiri. Marthin Luther tidak saja membuat syair untuk lagu, tapi juga mengaransir lagu lagu untuk keperluan ibadah gereja seperti misalnya : Ein Faster Burg Ist Unser Gotr. Disamping itu ia memperoleh bantuan yang sangat besar dan berarti dari sahabat sahabat dekatnya seperti :
- Johan Walter. (1496 – 1570).
untuk segi pembaharuan dan segi musik.
- Heinrich Schuetz. (1595 – 1682).
pencipta musik Evangelis yang terbesar sebelum Bach.
5. Musik periode Barok dan Rakoko ( 1685 – 1750).
Kedua perkataan berasal dari Italia “ Barocco “. Istilah ini digunakan untuk arsitektur (gaya bangunan) dimasa itu. Seni bangunan di masa itu ( Barocco ) bersifat dinamis dengan mencerminkan emosi dan gerak, seolah olah tak mau berhenti. Demikian pula halnya musik pada periode ini sangat istimewa kerena menunjukkan gerak dinamis dengan ornamentik berlimpah. Pada zaman ini orang lebih suka kelancaran gerak, dinamik forte dan piano. Pada zaman ini arsitektur sejalan dengan seni musik.
Tokoh terbesar dari zaman Barok dan Rakoko ini ialah :
Bach ( 1685 – 1750 )
Handel ( 1685 – 1759 )
6. Musik periode klasik ( 1750 – 800 )
Sepeninggal Bach dan Handel, rampunglah dalam sejarah musik yang lazim diberi pembatasan pada tahun 1750 sebagai zaman klasik. Zaman klasik itu juga merupakan zaman peralihan dari zaman Baro Rakoko ke zaman Romantik.
Ciri penting musik pada zaman klasik adalah :
- Penggunaan peralihan dinamik, dari lembut menjadi keras (crescendon ) dan dari keras menjadi lembut ( decrescendo ).
- Perubahan-perubahan tempo dengan Accelarando (semakin cepat) dan Ritardando (semakin lembut).
- Hiasan ( Ornamentik ) dibatasi pemakaiannya.
- Pemakaian akord 3 nada (artinya dalam harmoni yang berlaku adalah akord 3 nada).
Di antara komponis periode klasik yang terkenal adalah :
- Stamitz ( 1717 – 1757 ) dari Jerman.
- FJ.Heiden ( 1732 – 1809 ) dari Jerman.
- Mozart ( 1765 – 1791 ) dari Austria.
Categories: Collusium Tags: Musik Dunia, Perkembangan Musik, seni musik
LOVE SMS
© Kalau lo pikir gak punya waktu untuk menyatakan cinta, kirim aja sinyalnya lewat SMS dari Hp lo….atau missed call juga bolehlah…
© Saat mentari memudar hatiku gelisah dan sunyi. Meski baru ku ucap sekali aku masih setia menanti jawabmu. Aku tau tak hanya aku yang suka padamu. Tapi salahkah aku jika aku masih setia dan berharap kamu kan menjatuhkan pilihan padaku..
© Aku memang kaya, aku memang keren….tapi tak ada artinya semua itu tanpa cinta darimu…
© Kata orang bijak “U will find Ur love when U’ve found a home in someone heart…” sudah ku temukan hatimu. Bolehkah aku tinggal didalamnya…?
© Aku mencintaimu lebih dari yang dapat ku bayangkan. Lebih banyak dari yang aku kira. Lebih dalam dari yang aku rasakan. Lebih sakit daripada sakit yang pernah kurasakan. Tapi sungguh…aku takkan pernah bisa berhenti mencintaimu…
© Aku ingin menjadi air mata….mengalir dari mata indahmu…melewati lesung pipimu dan mendarat dibibirmu…
© I cry for the times U were almost mine…I cry 4 the memories I’ve left behind…Icry 4 the pain, the lost, and the new of u…..n am cry 4 the times I thought I had U.
© The 4 signs of LOVE..
L is for Lust…
O is for Over…
V is Very loveable…
E is for Ever…
© Simple Bye makes u cry…
Simple joke makes u laugh…
Simple care makes u fall in Luv…
Simple touch make u feel better…
But I hope my simple SMS make your smile..n the world seem happy…
Categories: Poetry, Tips Tags: dasyatnya sms cinta, lulus dengan sms., Sms Cinta





